Banyak dari Klien kami (yang rata-rata perempuan) menanggapi perceraian sebagai awal mula kehidupan yang baru, tapi ada pula dari mereka sehabis melewati masa perceraian yang merasa takut dan tidak siap untuk menata kehidupan mereka selanjutnya. Mereka takut tidak bisa hidup bahagia, takut tidak mampu sendiri dalam mengurus anak dan merasa masih memerlukan dukungan finansial dari mantan suami.

Tantangan terbesar bagi orang yang menghadapi perceraian adalah berkomitmen untuk selalu bahagia apapun yang akan terjadi kedepannya. Para perempuan cerdas sudah tentu memilih kebahagiaan, dan ini adalah kunci untuk membangun kembali hidup mereka. Berikut tindakan yang patut dicontoh oleh para perempuan cerdas setelah bercerai, yaitu:

    1. Berhenti Berpikir Negatif Mengenai Lingkungan Sekitar
    2. Pascabercerai banyak perempuan yang tidak mau menampakkan dirinya dalam pergaulan. Mereka merasa malu dan tidak percaya diri untuk bertemu dengan orang banyak karena takut dipandang sebelah mata oleh keluarga maupun kerabatnya sendiri. Padahal dengan memutuskan bertemu banyak orang, lambat laun rasa percaya diri pasti akan meningkat dan juga membantu para perempuan cerdas untuk bisa lebih optimis dalam menjalani hidup meski telah menjadi single parent.

    3. Membuat Kesepakatan Pembagian Harta Bersama dan Hindari Konflik Berkepanjangan
    4. Pembahasan masalah harta bersama memang terdengar agak sensitif. Namun hal tersebut perlu dibahas sesegera mungkin apabila putusan cerai sudah ada di tangan. Membicarakan tentang pembagian harta bersama yang dimiliki selama masa perkawinan kepada mantan suami dan membuat kesepakatan pembagiannya di hadapan notaris bisa menjadi solusi yang tepat agar terhindar dari konflik yang berkepanjangan dengan mantan suami di kemudian hari.

    5. Menerima Keadaan Ekonomi Setelah Bercerai
    6. Para perempuan cerdas akan menerima dengan ikhlas untuk mengubah gaya hidupnya setelah adanya perceraian. Mereka akan menegaskan prioritas yang lebih dibutuhkan dalam hidup mereka demi kesejahteraan keluarga dan anak. Mereka tidak akan bergantung pada mantan suami sebagai solusi keuangan jangka panjang mereka dan yang pasti tidak melihat "laki-laki lain" sebagai solusi.

    7. Mengembangkan Rencana Keuangan Demi Masa Depan
    8. Pertama, mempelajari sendiri mengenai perencanaan keuangan melalui buku, seminar, atau melalui internet. Kedua, menemukan seorang ahli (akuntan atau perencana keuangan) untuk dapat membantu menyusun perencanaan keuangan Anda dan mengatur pengeluaran. Para perempuan cerdas pasti akan fokus pada tujuan jangka panjang dengan mengurangi pengeluaran dan mencari cara untuk menambah penghasilan demi kesejahteraan pendidikan dan kesehatan anak.

    9. Berbagi Tugas dengan Mantan Suami untuk Mengasuh Anak
    10. Meski hak asuh anak dimenangkan oleh ibu, bukan berarti ayah tidak bisa mengambil alih dalam pengasuhan anak. Apabila dalam hal ini anda mengalami perceraian secara baik-baik dengan mantan suami anda, maka anda patut bersyukur karena anda tetap bisa mengasuh anak anda bersama mantan suami sehingga anak tidak kekurangan kasih sayang. Dengan begitu pula anda juga dapat merencanakan masa depan anak bersama mantan suami tanpa harus pusing memikirkannya sendiri.

    11. Berkomitmen untuk Menjadi Lebih Baik dan Intropeksi Diri
    12. Setelah bercerai, sudah pasti kehidupan akan berubah. Daripada terus menerus bersedih hati, sebagai perempuan cerdas lebih baik mengingat kembali apa saja mimpi-mimpi yang belum tercapai seperti misalnya melanjutkan studi atau pergi menunaikan ibadah haji bagi yang muslim. Selain itu, intropeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat.

Bagaimana? Masih khawatir dengan kehidupan setelah bercerai? Atau justru mau menjadikan perceraian sebagai pintu untuk membuka kehidupan yang baru?

Konsultasikan masalah perceraian Anda kepada kami di KantorPengacara.Co di: +62 812-9797-0522 atau email ke: info@kantorpengacara.co.

Author :

Rahmi Uzier

 
Fairus Harris Senior Associate
Halo, ada yang bisa saya bantu?