ini-kisaran-harga-jasa-pengacara-perceraian-di-jakarta

Ini Kisaran Harga Jasa Pengacara Perceraian di Jakarta


Miris, tingkat perceraian di DKI Jakarta masih terbilang tinggi. Seiring  dengan kondisi tersebut, kebutuhan akan pengacara perceraian pun meningkat. Terkait hal ini, ada satu informasi yang seringkali dicari oleh orang-orang yang akan menjalani sidang perceraian di pengadilan, “Berapakah harga jasa pengacara perceraian di Jakarta?”

Pada dasarnya, profesi pengacara tidak mengenal standar baku harga atau tarif. Masing-masing pengacara umumnya memiliki standar yang berbeda-beda dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Salah satu faktor yang lazimnya dijadikan pertimbangan adalah kompleksitas atau kerumitan kasus. Semakin kompleks suatu kasus, semakin tinggi biasanya tarif yang ditetapkan oleh pengacara.

Dalam konteks perceraian, kasus yang diwarnai persoalan hak asuh anak dan/atau perebutan harta biasanya dianggap lebih kompleks ketimbang kasus yang sekadar bercerai saja. Logikanya, kasus perceraian yang kompleks pastinya juga akan membutuhkan proses yang lebih lama sehingga periode kerja pengacara yang mendampingi juga akan lebih lama dan kemungkinan akan muncul biaya-biaya operasional tambahan.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan ketika pengacara perceraian menetapkan harga jasa adalah pengadilan mana yang akan memproses kasus tersebut. Spesifik, faktor ini merujuk pada kompetensi absolut yakni terkait wewenang pengadilan dalam memeriksa jenis perkara tertentu yang secara mutlak tidak dapat diperiksa oleh pengadilan lain.

UU Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama menegaskan bahwa sidang perceraian pasangan suami istri beragama Islam dilaksanakan di Pengadilan Agama. Sementara, untuk pasangan suami istri non Islam dilaksanakan di Pengadilan Negeri.

Sebagian pengacara biasanya menetapkan tarif yang lebih tinggi jika proses perceraiannya di Pengadilan Negeri. Pasalnya, proses persidangan dan biaya di Pengadilan Agama relatif lebih transparan dan jelas ketimbang di Pengadilan Negeri. Kondisi ini tentunya akan memudahkan proses perceraian.

Selain itu, sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengacara bahwa jadwal sidang di Pengadilan Negeri seringkali melenceng dari jadwal yang telah ditetapkan. Secara logis, Pengadilan Negeri memang memiliki jumlah perkara yang lebih banyak dibandingkan Pengadilan Agama karena Pengadilan Negeri menyidangkan ragam jenis perkara selain perceraian seperti pidana, perdata, dan praperadilan.

Khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ragam jenis perkaranya bahkan lebih banyak karena pengadilan tersebut juga menangani perkara kepailitan, sengketa hak kekayaan intelektual, sengketa hubungan industrial, dan hak asasi manusia.

Kembali ke pertanyaan awal, “Berapakah harga jasa pengacara di Jakarta?” mengutip sebuah artikel di media online merdeka.com, seorang pengacara yang berkantor di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat mengaku memasang tarif antara Rp10 juta s/d Rp20 juta untuk penanganan kasus perceraian di Jakarta yang mencakup semua proses, mulai dari pendaftaran hingga terbitnya akta cerai.

Si pengacara memasang tarif yang lebih tinggi jika kasus perceraian yang ditanganinya disidangkan di pengadilan wilayah Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Kisaran tarifnya antara Rp21 juta s/d Rp25 juta yang sudah mencakup keseluruhan proses, mulai dari pendaftaran hingga putusan serta terbitnya akta cerai.

Pengacara lain yang berkantor di bilangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan memasang tarif yang lebih tinggi yakni kisaran Rp55 juta s/d Rp60 juta untuk persidangan tingkat pertama. Si pengacara akan membebankan kepada klien biaya tambahan sekitar Rp25 juta jika kasusnya berlanjut ke tingkat banding di Pengadilan Tinggi, dan tambahan berikutnya Rp15 juta jika berlanjut ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Buat si pengacara, proses persidangan di tingkat pertama relatif lebih kompleks, makanya tarifnya lebih mahal ketimbang tingkat banding dan kasasi.

Lantaran tidak ada standar baku harga jasa pengacara di Jakarta, biasanya tahap negosiasi antara pengacara dan klien menjadi krusial. Saat bernegosiasi inilah, klien berkesempatan untuk mengajukan tawaran jika harga yang diajukan pengacara dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, ketika bernegosiasi, pengacara juga memiliki kesempatan untuk menjelaskan sekaligus meyakinkan klien bahwa harga yang diajukan layak dan masuk akal.

Pada saat bernegosiasi, pengacara dan klien dapat juga membahas mekanisme pembayaran. Umumnya, terdapat tiga opsi mekanisme pembayaran yakni pembayaran penuh di awal, pembayaran penuh setelah proses selesai, atau pembayaran secara bertahap. Masing-masing opsi tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan.

Opsi pembayaran penuh di awal maupun akhir relatif akan memudahkan pengacara dan klien karena keduanya tidak akan dipusingkan dengan persoalan tagih-menagih di tengah proses yang berpotensi mengganggu penanganan perkara. Sementara, opsi pembayaran secara bertahap akan terasa lebih menguntungkan bagi klien yang kondisi ekonominya tidak bagus, sehingga tidak dapat menyediakan jumlah uang yang cukup besar untuk membayar penuh.

Tahap Persidangan

Sebagai informasi, tahapan sidang perceraian umumnya terdiri dari delapan. Pertama, setelah melalui proses pendaftaran serta kelengkapan berkas, para pihak akan menjalani proses perdamaian. Proses ini bertujuan agar para pihak berdamai dan mengurungkan niatnya untuk bercerai. Biasanya, proses mediasi dipimpin oleh seorang hakim mediator yang telah ditunjuk.

Kedua, jika proses perdamaian gagal, maka tahap berikutnya adalah pembacaan permohonan atau gugatan. Seperti diketahui, terdapat dua jenis proses perceraian yakni permohonan ikrar talak dan gugatan cerai. Permohonan ikrar talak diajukan oleh suami selaku pemohon, sedangkan istri selaku termohon. Gugatan cerai diajukan oleh istri selaku penggugat, sedangkan suami selaku tergugat.

Ketiga, setelah pembacaan permohonan atau gugata, maka pihak lawan menyampaikan jawaban. Tahap ini adalah kesempatan bagi pihak termohon atau tergugat untuk membantah dalil-dalil permohonan atau gugatan.

Keempat, menanggapi jawaban pihak termohon atau tergugat, pemohon atau penggugat dapat menyampaikan replik. Lalu, kelima, pihak termohon atau tergugat masih memiliki kesempatan untuk menanggapi replik dari pihak pemohon atau penggugat dengan mengajukan duplik.

Keenam, persidangan memasuki tahap yang cukup krusial yakni pembuktian. Di tahap ini, para pihak memiliki kesempatan untuk menghadirkan alat bukti serta saksi-saksi untuk mendukung dalil-dalil yang disampaikan ataupun untuk membantah dalil-dalil pihak lawan.

Ketujuh, masing-masing pihak menyampaikan kesimpulan atau pendapat akhir terkait proses persidangan dari awal hingga pembuktian. Kedelapan, majelis hakim mengadakan musyawarah untuk merumuskan putusan akhir. Setelah musyawarah rampung, majelis hakim menggelar sidang pembacaan putusan.

Pasca pembacaan putusan di pengadilan tingkat pertama, para pihak yang merasa tidak puas dapat menempuh upaya hukum, mulai dari banding, kasasi hingga peninjauan kembali. Jika putusan telah berkekuatan hukum tetap, maka akan digelar sidang ikrar talak untuk jenis permohonan ikrar talak. Sedangkan untuk jenis gugatan, maka pengadilan akan menerbitkan akta cerai.

Bingung memilih pengacara perceraian karena memikirkan harga atau tarif jasa? Segera hubungi Kantorpengacara.co (KP.co), di +62 812-9797-0522 atau email ke: info@kantorpengacara.co.

KP.co adalah kantor pengacara spesialis perceraian di Jakarta dengan tarif yang relatif terjangkau yang mengedepankan penyelesaian perkara secara efisien dan efektif dengan tim pengacara yang berpengalaman, amanah dan profesional.

2 + 6 =

 
Fairus Harris Senior Associate
Halo, ada yang bisa saya bantu?