Nafkah anak merupakan hal penting yang harus diberikan pasca perceraian. Sebab dalam perceraian sebuah keluarga, tanggung jawab orang tua terhadap anak tidak otomatis putus. Bahkan di dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), kewajiban nafkah anak pasca perceraian secara eksplisit dibebankan kepada ayah.

Hanya saja, seringkali terdapat masalah ketika hendak mengelola nafkah anak. Masalah ini muncul karena minimnya pengetahuan dari ibu atau bapak yang hendak mengelola nafkah anak. Tips berikut penting disimak agar pengelolaan nafkah anak menjadi tepat sasaran, diantaranya:

  1. Memakai Nafkah Anak Sesuai Kebutuhan
  2. Nafkah anak semestinya dipakai untuk semua kebutuhan anak itu sendiri. Meliputi sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan.
    Memberikan nafkah anak sesuai dengan kebutuhannya merupakan cara yang aman dalam mengelola nafkah anak.

  3. Tabungan Masa Depan Anak
  4. Salah satu hal yang ditakuti setiap orang tua adalah datangnya masa pensiun dan ajal yang datang tiba-tiba. Kedua hal tadi mempunyai efek pada masa depan anak itu sendiri. Jika terjadi pemecatan atau pensiun dini, maka secara otomatis penghasilan orang tua akan terhenti sampai mendapat pekerjaan baru. Tabungan masa depan anak merupakan solusi dalam pengelolaan nafkah anak.

    Masa depan yang tidak pasti menuntut orang tua untuk siap menghadapinya, terlebih lagi jika kemudian terjadi perceraian yang berefek pada anak itu sendiri. Membuat tabungan yang dikhususkan untuk masa depan anak merupakan cara aman dalam mengelola nafkah anak.

    Setiap bulan disisihkan 10 atau 20 % dari nafkah anak untuk disimpan dalam bentuk tabungan. Cara ini akan berguna ketika terjadi masalah keuangan si orang tua anak. Dengan menyisihkan sebagian kecil nafkah anak untuk tabungan, secara tidak langsung orang tua sudah menjamin keuangan bagi si anak dimasa depan.

  5. Membicarakan Nafkah Anak Setiap Bulan
  6. Meski merupakan tanggungjawab ayah, membicarakan nafkah anak dengan ibu perlu dilakukan. Ini penting dilakukan karenajika masalah keuangan datang, maka si Ibu seharusnya dapat membantu beban dari Ayah. Apalagi jika si ibu juga seorang perempuan yang bekerja. Dalam situasi seperti ini maka nafkah anak pada akhirnya bukan hanya menjadi domain ayah, tapi juga dapat dibantu oleh Ibu si Anak.

  7. Membuat Catatan Pengeluaran Bulanan
  8. Pengeluaran bulanan merupakan hal rutin dalam nafkah anak. Setiap bulannya kebutuhan anak akan datang, baik terencana maupun tidak terencana. Nafkah anak merupakan anggaran yang sudah dikhususkan untuk si anak. Membuat catatan pengeluaran bulanan merupakan cara aman dalam mengelola nafkah anak karena setiap bulannya ada catatan tentang apa dan berapa uang yang keluar untuk nafkah anak. Hal ini penting untuk mengatur kebutuhan yang perlu dan tidak perlu bagi si anak.

    Nafkah anak memiliki dampak besar dalam menentukan masa depan anak. Pemenuhan nafkah anak akan memberikan kepastian dalam memenuhi semua kebutuhan anak. Berdasarkan uraian diatas, terdapat 4 cara aman mengelola nafkah anak, diantaranya :

    • Memakai nafkah sesuai kebutuhan
    • Tabungan masa depan anak
    • Membicarakan nafkah anak setiap bulan
    • Membuat catatan pengeluran bulanan

Ingin mengajukan pertanyaan dan konsultasi mengenai hadhonah, hak asuh dan nafkah anak? Kami siap membantu Anda. Silakan hubungi Kantorpengacara.co di (+62) 812-9797-0522 atau email ke: info@kantorpengacara.co

Author :
Admin

 
Fairus Harris Senior Associate
Halo, ada yang bisa saya bantu?