Jakarta tercatat memiliki tingkat perceraian yang cukup tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Kondisi ini secara langsung atau tidak langsung berdampak pada jumlah pengacara perceraian di Jakarta karena begitu kebutuhan meningkat, otomatis ketersediaan pengacara juga akan mengikuti. Terkait dengan harga, tahukah anda apa saja rincian di balik harga jasa pengacara perceraian di Jakarta.

Secara umum, rincian di balik harga jasa pengacara perceraian di Jakarta terbagi menjadi dua bagian yakni harga jasa pengacara dan biaya-biaya terkait administrasi perkara di pengadilan. Bagi klien yang memiliki waktu lowong, dia mungkin lebih memilih untuk menangani sendiri biaya-biaya terkait administrasi perkara. Namun tidak demikian bagi klien yang super sibuk, dia tentunya ingin ‘tahu beres’ dengan menyerahkan sepenuhnya kepada pengacara perceraian yang ditunjuk.

Harga jasa pengacara perceraian di Jakarta biasanya mengenal dua metode yaitu metode pembayaran penuh di awal yang dikenal dengan istilah lump sum dan metode pembayaran dengan hitungan per jam yang dikenal dengan istilah hourly basis merujuk pada waktu profesional yang dihabiskan pengacara untuk mengurus perkara sang klien.

Masing-masing sistem memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelebihan sistem lump sum adalah klien tidak dipusingkan dengan urusan pembayaran dari waktu ke waktu. Cukup sekali bayar di muka, klien tidak perlu lagi merogoh kocek di tengah-tengah proses perkara berjalan. Kelemahannya, klien harus menyiapkan dana dalam jumlah besar di awal, hal ini tentunya merepotkan klien yang kondisi ekonominya tidak terlalu bagus.

Sementara, kelebihan hourly basis, klien tidak perlu repot mengeluarkan dana dalam jumlah besar di awal. Seiring dengan proses perkara berjalan, klien bisa menabung agar di akhir proses sudah tersedia dana untuk membayar jasa pengacara.

Kelemahannya, hourly basis sulit diprediksi berapa total biaya yang dibutuhkan karena sangat tergantung pada cepat atau lambatnya proses penyelesaian perkara. Semakin cepat proses, semakin ringan biaya yang dikeluarkan. Semakin lama proses, terlebih jika lanjut ke tingkat banding atau kasasi, maka semakin bengkak.

Selain harga jasa pengacara, rincian di balik harga jasa pengacara perceraian di Jakarta juga terkait biaya-biaya administrasi perkara di pengadilan. Pada dasarnya, biaya administrasi perkara sangat ditentukan dengan jenis perkara perceraiannya apakah cerai talak oleh istri atau cerai talak oleh suami. Selain itu, biaya proses cerai di pengadilan agama juga berbeda dengan pengadilan negeri.

Detail biaya administrasi perkara perceraian di pengadilan agama meliputi pendaftaran perkara, proses, pemanggilan, redaksi dan materai, cerai gugat, cerai talak, permohonan (volunteer), banding, kasasi, peninjauan kembali, peletakan/pengangkatan sita, eksekusi, dan pemeriksaan setempat (decente).

Mengutip dari website resmi Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pa-jakartaselatan.go.id, biaya perkara perceraian merujuk pada PP Nomor 53 Tahun tentang 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku di Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya; dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2013.

Berikut ini rincian biaya administrasi perkara perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan:

Jenis Biaya (Rp)
Pendaftaran Perkara : 30.000
Proses : 75.000
Pemanggilan : (jumlah penggugat x 2 kali panggilan x 100.000)
(jumlah tergugat x 3 kali panggilan x 100.000)
Redaksi : 5.000
Materai : 6.000
Cerai Gugat : 616.000
Cerai Talak : 816.000
Permohonan (volunteer) : 316.000
Banding : 1.050.000
Kasasi : 1.200.000
Peninjauan Kembali : 3.350.000
Peletakan/Pengangkatan Sita : 1.531.000
Eksekusi : 1.306.000
Pemeriksaan Setempat (decente) : 900.000

Demikianlah rincian di balik harga jasa pengacara perceraian di Jakarta yang tentunya dari waktu ke waktu sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu.

Ingin mengajukan permohonan pengampuan? Kami siap membantu Anda, silakan hubungi Kantorpengacara.co di +62 812-9797-0522 atau email ke: info@kantorpengacara.co