Hubungan baik antara mertua dengan menantu harus dijaga dengan baik. Agar tidak berujung buruk apalagi sampai terjadi hal buruk seperti perceraian. Berikut cara menyelesaikan masalah mertua dengan menantu yang harus anda ketahui.

 

Terjadinya pernikahan tidak hanya melibatkan dua insan yang saling mencintai. Di waktu yang sama, pernikahan juga menyatukan dua keluarga yang sebelumnya saling tidak mengenal. Menjaga keharmonisan hubungan antara dua keluarga yang terjalin lewat perkawinan pun bisa menjadi tantangan tersendiri.

 

 

Keharmonisan dalam hubungan keluarga, utamanya antara mertua dan menantu tak bisa terjadi begitu saja. Apalagi, menantu merupakan sosok baru yang karakter serta kepribadiannya tidak diketahui oleh mertua. Kondisi serupa juga dihadapi oleh menantu yang tiba-tiba harus memperlakukan orang asing selayaknya orang tua.

 

 

Meski menghadapi kondisi yang sulit dalam menjalin hubungan baik dengan mertua, seorang menantu tetap harus mengusahakannya. Apalagi, kelangsungan hubungan pernikahan bergantung pada kemampuan dalam menjaga hubungan baik dengan orang tua kandung pasangan. Oleh karena itu, apa pun problem yang dihadapi, menyelesaikan masalah mertua dengan menantu harus diperhatikan oleh setiap pasangan.

 

 

 

 

Menantu Wanita Lebih Sering Bermasalah dengan Mertua

Menyelesaikan Masalah yang Kerap Timbul Antara Mertua Dan Menantu

Pada kenyataannya di lapangan, banyak terjadi problematika antara mertua dengan menantu. Psikolog di Newnham College, Universitas Cambrigde Dr. Terri Apter dalam penelitiannya pun mengungkapkan hal tersebut. Dalam buku What Do You Want From Me?

 

 

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Terri membutuhkan waktu hampir 20 tahun. Dia melakukan wawancara terhadap pasangan dari berbagai negara. Dari situ, dia mengungkapkan bahwa problem dengan mertua tak hanya dialami oleh menantu perempuan, tapi juga laki-laki.

 

 

Dr. Terri mengungkapkan, sebanyak 75% pasangan yang disurveinya, mengaku memiliki permasalahan hubungan dengan mertuanya. Bahkan, dari angka tersebut, sebanyak 15% pasangan mengatakan kalau hubungan mereka dengan mertuanya berada di titik ketegangan.

 

 

Menantu perempuan menjadi pihak yang paling banyak bermasalah dengan mertuanya. Dalam penelitiannya, Dr. Terri menyebutkan bahwa ada sebanyak 60% menantu perempuan yang memiliki permasalahan dengan mertuanya. Sementara itu, hanya ada 15% menantu laki-laki yang punya hubungan buruk dengan mertuanya.

 

 

Hasil penelitian serupa juga terkuak lewat survei yang dilakukan oleh OnePoll dari London. Survei yang melibatkan sebanyak 2.000 sampel ini mengungkapkan kalau sekitar 40% menantu perempuan punya problem dalam menjalin hubungan baik dengan mertuanya.

 

 

 

 

 

Permasalahan yang Sering Terjadi Antara Menantu Perempuan dengan Mertua

Menyelesaikan Masalah yang Kerap Timbul Antara Mertua Dan Menantu

Dari kedua penelitian tersebut, terungkap bahwa kondisi ideal memperoleh hubngan yang baik dan rukun dengan mertua sangat sulit. Kondisi tersebut, secara khusus mengalami tingkat kesulitan lebih tinggi bagi para wanita. Apalagi, ketika pasangan yang baru menikah memutuskan untuk tinggal bersama di rumah mertua.

 

 

Kesulitan ini muncul karena wanita memiliki tugas lebih banyak di rumah dibandingkan laki-laki. Seorang istri, umumnya dibebani dengan beragam tugas rumah tangga. Tugas ini pun tetap bakal menjadi tanggung jawab istri, meskipun dalam kondisi sebagai wanita karier. Sementara itu, suami lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari nafkah.

 

 

Ada beberapa masalah yang kerap bermunculan dalam usaha membangun rumah tangga bagi pasangan baru berkaitan erat dengan hubungan dengan mertua. Oleh karena itu, persiapan dalam menyelesaikan masalah mertua dengan menantu harus menjadi perhatian serius bagi calon pengantin baru.

 

 

Ada beberapa hal yang kerap menjadi pemicu munculnya masalah yang membuat hubungan mertua dengan menantu memburuk, di antaranya adalah:

 

  • Cara mendidik anak

Hal pertama yang sering membuat hubungan menantu dengan mertua tegang adalah perbedaan pandangan dalam mendidik anak. Perbedaan pandangan ini kerap muncul karena kondisi perkembangan zaman.

 

Di satu sisi, mertua membesarkan anak-anaknya pada situasi zaman dulu dengan segala keterbatasannya. Sementara itu, orang tua zaman now, harus dihadapkan dengan kondisi lingkungan yang begitu kompleks.

 

Di satu sisi, mertua merasa kalau cara mendidik anak yang selama ini dilakukannya merupakan metode yang tepat. Apalagi, bukti dari pola pendidikannya juga sangat jelas, termasuk di antaranya adalah anak kandung yang menjadi pasangan sah dari menantunya.

 

Di sisi lain, menantu beranggapan kalau pola asuh mertua sudah ketinggalan zaman dan harus ada penyesuaian dengan situasi modern yang kini dihadapi.

 

 

  • Terbaginya perhatian suami

Faktor yang membuat hubungan antara mertua dengan menantu menjadi buruk yang berikutnya adalah perhatian suami. Masing-masing pihak, baik mertua ataupun istri, menganggap kalau dirinya merupakan sosok yang berhak mendapatkan perhatian lebih dari suami serta anak laki-lakinya.

 

Mertua, sebelum anak laki-lakinya menikah, selalu mendapatkan perhatian secara penuh. Perhatian itu pun diperlihatkan dalam berbagai tindakan, seperti selalu mengajak berbicara, membelikan hadiah kecil, memijat, dan sebagainya.

 

Namun, kondisi tersebut mengalami perubahan ketika anak menikah. Perhatian anak tak lagi terpusat kepada orang tuanya, tapi juga ditujukan kepada istri. Tanpa adanya komunikasi yang baik antara mertua, suami, dan menantu, hal ini bisa membuat hubungan ketiganya memburuk.

 

 

  • Keengganan menantu dalam mengikuti saran mertua

Setiap orang memiliki ego dalam mempertahankan pendapatnya. Hanya saja, kalau ego itu terus dituruti, bisa berimbas buruk pada hubungan sosial di kehidupan sehari-hari, terutama pada kasus mertua dan menantu. Keengganan masing-masing pihak dalam menerima saran dari pihak lain membuat hubungan keduanya menjadi lebih renggang.

 

Mertua merasa kalau saran yang diberikannya merupakan pendapat terbaik. Apalagi, secara usia, mertua punya pengalaman hidup jauh lebih lama dibandingkan dengan menantu. Sementara itu, menantu membawa kebiasaannya ketika masih lajang dalam kehidupan berumah tangga.

 

 

  • Kegagalan menantu dalam beradaptasi di rumah mertua

Setiap orang membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Hal ini juga berlaku bagi seorang menantu yang awalnya terbiasa hidup sendiri, kini harus berhadapan tidak hanya dengan suami, tapi juga dengan seluruh keluarganya.

 

Adaptasi yang diperlukan oleh menantu menjadi lebih sulit ketika dia berasal dari tempat yang memiliki adat dan kebiasaan berbeda. Kondisi seperti ini diperparah ketika suami ataupun mertua tidak mengerti kondisi sulit yang dihadapi oleh menantu tersebut.

 

 

  • Rendahnya kematangan emosi

Tua adalah sebuah kepastian, sementara dewasa merupakan pilihan. Kalimat tersebut juga bisa menjadi salah satu pemicu adanya problem antara mertua dan menantu. Ketidakmampuan masing-masing pihak, baik menantu ataupun mertua, dalam bersikap bisa memperburuk hubungan keduanya.

 

 

  • Mertua yang kerap membandingkan menantu dengan orang lain

Siapa yang suka kalau kepribadian dan kebiasaannya selalu dibandingkan dengan orang lain? Praktik seperti ini kerap dilakukan oleh para mertua di Indonesia kepada menantu perempuannya. Sebaik apa pun sikap yang dilakukan oleh menantu, dipandang sebelah mata oleh mertua. Hal ini terjadi karena mereka menggunakan standar orang lain dalam menilai menantu.

 

 

  • Kompetisi antara menantu dan mertua

Secara sadar ataupun tidak, menantu dan mertua kerap terlibat dalam kompetisi untuk memperlihatkan siapa yang lebih baik. Kompetisi ini biasanya dilakukan dengan tujuan agar bisa mendapatkan perhatian lebih dari suami atau anak laki-laki. Kompetisi antara menantu dan mertua bisa terjadi dalam banyak hal, termasuk di antaranya adalah penampilan, kemampuan memasak, ataupun kemampuan dalam mengayomi anak atau suami.

 

 

 

 

 

Tinggal Satu Rumah dengan Mertua Cenderung Memperbanyak Masalah

Menyelesaikan Masalah yang Kerap Timbul Antara Mertua Dan Menantu

Membangun rumah sendiri menjadi impian banyak pengantin baru. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan sebagai upaya penghematan. Salah satunya adalah dengan memutuskan untuk tinggal sementara waktu di rumah mertua.

 

 

Keputusan tinggal serumah dengan mertua, sekilas terdengar begitu bijak. Apalagi, di kesempatan yang sama, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk bisa lebih dekat dengan keluarga mertua. Namun, alih-alih lebih dekat dengan mertua, keputusan ini malah bisa menjadi sumber permasalahan.

 

 

Ada beberapa problem yang harus siap Anda hadapi kalau memutuskan tinggal serumah dengan mertua, yakni:

1.Menerima banyak omelan

Hal pertama yang harus dipersiapkan ketika tinggal serumah dengan mertua adalah ketahanan dalam menerima banyak omelan. Ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Bahkan, dalam kondisi yang ekstrem, setiap perilaku Anda selama di rumah, bakal terlihat salah di mata mertua.

 

Contoh, ketika Anda adalah seorang wanita karier, maka siap-siap menerima anggapan sebagai istri yang tak perhatian dengan suami. Apalagi, ketika sepulang kerja lembur dan Anda menghabiskan banyak waktu beristirahat. Anda harus bersiap untuk memperoleh omelan tambahan karena dianggap sebagai wanita yang pemalas.

 

 

2. Menjadi bahan perbincangan tetangga

Ketika tinggal serumah dengan mertua, Anda juga harus bersiap-siap untuk menjadi bahan perbincangan para tetangga. Kondisi seperti ini memang bisa terjadi walaupun ketika Anda memutuskan untuk hidup sendiri. Namun, situasinya menjadi lebih parah ketika Anda berada satu rumah dengan mertua.

 

Ketika tinggal bersama mertua, Anda membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi. Tidak hanya perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan suami dan para tetangga, Anda juga harus melakukan hal serupa dengan mertua.

 

Melihat tiga pilihan itu, Anda pasti lebih memprioritaskan dalam penyesuaian diri dengan suami dan keluarganya. Alhasil, Anda mengesampingkan waktu bersosialisasi dengan para tetangga. Jadi, jangan heran kalau Anda pun dianggap sebagai sosok yang tertutup dan egois.

 

 

3. Serba salah

Selama tinggal serumah dengan mertua, Anda akan mendapati kondisi yang serba salah. Bisa jadi, mertua memang tidak mencekoki Anda dengan berbagai jenis omelan. Namun, di sisi lain, Anda bakal merasa tidak enak hati dalam bersikap ketika berada di rumah. Sebagai contoh, ketika belanja bulanan agak banyak, Anda akan merasa takut dianggap sebagai menantu yang boros.

 

 

 

 

 

Pentingnya Menjaga Hubungan Baik Antara Menantu dengan Mertua

Kondisi ideal untuk bisa hidup rukun dengan mertua memang sulit dicapai oleh seorang menantu. Namun, bukan berarti bahwa kondisi ideal itu tak bisa dicapai. Meskipun sulit, Anda sebagai seorang menantu harus mengupayakan sebaik-baiknya agar bisa menjalin hubungan yang rukun dengan mertua.

 

 

Sebagai buktinya, ada banyak orang yang mampu membangun hubungan yang harmonis dengan mertuanya. Para artis terkenal Indonesia, di tengah kesibukannya pun mampu melakukan hal ini. Beberapa contoh di antaranya adalah, Nia Ramadhani, Alyssa Soebandono, ataupun Annisa Pohan.

 

 

Oleh karena itu, kalau Anda saat ini memiliki hubungan buruk dengan mertua, usahakan untuk memperbaikinya. Ada beberapa alasan yang bisa Anda jadikan landasan dalam upaya memperbaiki hubungan dengan mertua, di antaranya:

  1. Mertua adalah orang tua kandung sosok yang Anda cintai

Ketika memilih menjauhi atau bahkan sampai membenci mertua, perlu Anda ingat, beliau adalah orang yang penting dalam kehidupan pasangan Anda. Mertua merupakan sosok orang tua kandung dari lelaki yang telah Anda pilih sebagai pasangan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

 

Di samping itu, perlu diingat, bahwa mertua juga merupakan kakek atau nenek dari anak-anak Anda kelak. Jadi, bagaimana pun perlakuan yang diperlihatkan oleh mertua, dilakukan semata-mata untuk kebaikan keluarganya.

 

 

  1. Mertua sebagai teman curhat

Menyelesaikan masalah mertua dengan menantu juga bisa membuat Anda memperoleh teman curhat baru dalam keluarga. Apalagi, teman curhat baru yang bisa Anda peroleh merupakan sosok yang spesial. Berbeda dengan teman curhat lainnya seperti sahabat atau ibu kandung, mertua merupakan sosok yang mengerti secara cermat karakter dari suami Anda.

 

Ketika berhasil membuat hubungan baik dengan mertua dan menjadikannya sebagai teman curhat, Anda bisa mendapatkan banyak informasi. Informasi itu sangat berharga, karena berkaitan erat dengan kehidupan masa lalu suami.

 

Dari situ, Anda bisa memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang disukai ataupun tak disukai suami yang bisa jadi tak mereka perlihatkan ketika dalam proses berpacaran.

 

 

  1. Meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan

Kesempatan untuk menyelesaikan masalah mertua dengan menantu juga membuat Anda bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan. Setiap suami, tentu tak ingin kalau orang tua kandungnya mendapatkan perlakuan yang tidak hormat dari orang lain. Apalagi, kalau perlakuan tak mengenakkan itu diperlihatkan oleh istrinya sendiri.

 

Sebaliknya, suami bakal semakin memperlihatkan rasa sayangnya kalau ternyata istri punya kemampuan dalam mengambil hati mertua. Bagi suami, kebahagiaan yang dirasakan oleh mertua tidak kalah penting dibandingkan dengan kebahagiaan istri.

 

 

  1. Menjaga keharmonisan keluarga

Hal yang tak kalah pentingnya, menyelesaikan masalah mertua dengan menantu juga berpengaruh pada keharmonisan keluarga yang tengah Anda rintis. Mertua merupakan sosok internal yang punya peran penting bagi suami dan anak. Keberadaannya tak bisa begitu saja Anda pinggirkan. Bisa-bisa, keputusan untuk menjauhi mertua bisa berdampak buruk pada kelangsungan hubungan suami istri.

 

Perlu Anda ketahui, berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Profesor Terri Orbuch dari University of Michigan, memperlihatkan adanya hubungan erat antara perceraian dengan kedekatan mertua dengan menantu.

 

Ketika Anda memilih menyelesaikan masalah mertua dengan menantu dan menjalin hubungan baik dengan mereka, risiko terjadinya perceraian bisa diturunkan mencapai 20%.

 

 

 

 

 

Sikap Menantu Kepada Mertua yang Harus Dihindari

Menyelesaikan Masalah yang Kerap Timbul Antara Mertua Dan Menantu

Setelah mengetahui pentingnya menjaga hubungan baik tersebut, Anda sebagai menantu harus menjaga sikap ketika berhadapan dengan mertua. Ada 5 sikap yang secara khusus harus Anda hindari kalau memang berkeinginan untuk berhubungan baik dengan mertua, yaitu:

 

  • Mudah tersinggung

Sikap pertama yang harus kamu hindari ketika berhadapan dengan mertua adalah menjaga diri agar tidak cepat tersinggung. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak mertua yang kerap memperlakukan menantu tanpa mempertimbangkan perasaan. Beberapa contoh di antaranya adalah sikap mertua dalam mengoreksi penampilan ataupun kebiasaan sering menyuruh menantu.

 

 

  • Mengharap perlakuan sama

Ketika hadir dalam lingkaran keluarga suami, Anda sebagai menantu jangan berharap memperoleh perlakuan yang sama seperti ketika berada di tengah-tengah keluarga sendiri.

 

Setiap keluarga punya kultur dan kebiasaan berbeda. Demikian pula dengan kebiasaan serta kultur yang ada di keluarga suami. Selain itu, hindari juga sikap dalam membandingkan kebiasaan keluarga suami dengan keluarga Anda.

 

 

  • Tidak berkomunikasi dengan baik

Kemampuan berkomunikasi yang baik menjadi kunci dalam membangun hubungan baik dengan mertua. Jangan sampai Anda melakukan pembiaran tanpa melakukan komunikasi terhadap hal-hal yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan. Kalau Anda tak memiliki kemampuan ini, bisa dipastikan bahwa angan-angan menjadikan mertua sebagai teman curhat tidak akan menjadi kenyataan.

 

 

  • Gagal menempatkan diri dalam lingkaran keluarga suami

Kegagalan dalam menempatkan diri ketika berada di lingkungan keluarga suami juga harus Anda hindari. Kegagalan bersikap ini bisa terjadi dalam banyak hal, termasuk di antaranya adalah perilaku yang tak menaruh rasa hormat kepada anggota keluarga mertua. Jangan pernah mengharapkan orang lain menghormati Anda kalau tidak ada penghormatan serupa yang Anda berikan.

 

 

  • Terlalu cepat memperlihatkan sikap memusuhi

Selanjutnya, pastikan Anda tidak memperlihatkan sikap seperti ketika berhadapan dengan musuh saat di depan mertua. Sikap seperti ini kerap diperlihatkan oleh menantu yang terlalu cepat menyimpulkan bahwa mertua tidak menyayanginya, bahkan mertua telah menganggapnya sebagai seorang musuh.

 

 

 

 

 

Tips Menghindari dan Menyelesaikan Masalah Mertua Dengan Menantu

Menyelesaikan Masalah yang Kerap Timbul Antara Mertua Dan Menantu

Nah, dengan mempertimbangkan risiko yang bisa diperoleh ketika hubungan dengan mertua memburuk, Anda harus mengelolanya dengan baik. Ada opsi yang bisa dilakukan untuk bisa menghindari masalah jadi lebih rumit. Selain itu, Anda juga perlu menyelesaikan masalah yang sebelumnya muncul.

 

Sebagai sarana untuk menghindari dan menyelesaikan masalah mertua dengan menantu, ini hal-hal yang bisa Anda lakukan:

  • Daripada tinggal serumah dengan mertua, pilih kontrak rumah

Ada hal menarik yang perlu Anda ketahui terkait fenomena tinggal serumah dengan mertua. Peneliti dari University of Vienna, Austria yang melakukan penelitian di 14 negara dunia menyebutkan bahwa tingkat kesuburan wanita yang tinggal secara mandiri, lebih tinggi dibandingkan wanita yang tinggal serumah dengan mertua.

 

Melihat fakta tersebut, hidup mandiri dengan mengontrak rumah memang bisa membuat pengeluaran lebih banyak. Namun, Anda bisa terhindarkan dari beragam jenis ‘drama’ dengan mertua. Di waktu yang sama, kesehatan organ reproduksi juga jadi lebih baik.

 

 

  • Jalin komunikasi yang baik

Komunikasi menjadi kunci penting dalam menjalin hubungan baik dengan siapa pun, termasuk mertua. Anda bisa menyempatkan sedikit waktu di tengah kesibukan untuk sekadar menyapa mertua. Kalau perlu, ikuti hobi mertua agar perbincangan bisa menjadi lebih berwarna. Dengan begitu, mertua bakal terasa nyaman ketika berada di dekat Anda.

 

Selain itu, ketika berada di dekat mertua, manfaatkan waktu untuk melontarkan banyak pertanyaan. Hal ini bisa menjadi salah satu langkah bagi Anda untuk bisa mengetahui kepribadian mertua lebih mendalam. Anda tak perlu khawatir dianggap sebagai orang yang tak tahu apa-apa.

 

Pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan, malah membuat mertua tertarik karena Anda merupakan pribadi dengan keinginan belajar yang tinggi.

 

 

  • Banyak minta saran

Setiap orang tua akan merasa lebih dihargai ketika mendapati kalau pendapatnya diperhitungkan. Oleh karena itu, dalam setiap pengambilan keputusan, pertimbangkan untuk meminta saran dari orang tua. Salah satunya adalah dengan meminta saran resep masakan favorit suami.

 

 

  • Perlakukan suami dengan baik

Hal terakhir yang perlu dan wajib Anda lakukan sebagai seorang istri dan menantu adalah, memperlakukan suami dengan baik. Setiap orang tua tidak akan pernah menyukai seseorang yang memperlakukan anaknya dengan buruk.

 

Apalagi, kalau perlakuan itu dilakukan oleh menantunya. Jadi, pastikan kebutuhan suami terpenuhi dengan baik. Melihat kondisi suami yang bahagia, mertua pun bakal senang dengan Anda.

 

Itulah informasi penting yang bisa Anda manfaatkan dalam menjaga hubungan dengan mertua. Ingat, keputusan menikah yang Anda lakukan, tidak hanya berkaitan dengan pria yang menemani Anda di rumah. Keputusan itu juga berlaku untuk orang-orang di sekitar Anda dan suami. Jadi, pastikan untuk menyelesaikan masalah mertua dengan menantu, apa pun bentuknya, dengan baik.

 

Menjalani sebuah pernikahan bukanlah hanya menyatukan dua insan, namun lebih dari itu seperti menyatukan dua buah keluarga besar yang mungkin berbeda sudut pandang atau perilaku. Jangan sampai hubungan yang tidak harmonis menimbulkan perpecahan didalam biduk rumah tangga yang berujung terjadinya perceraian.

Ingin mengajukan pertanyaan mengenai hukum keluarga? Jangan sungkan untuk menghubungi kantorpengacara.co melalui telepon +62 812 9797 0522 atau email info@kantorpengacara.co. Kami siap membantu Anda dengan sepenuh hati.

 

Baca juga: 5 Tips mencaripengacara perceraian yang profesional dan amanah